Selasa, 02 Oktober 2018

Dalam rangka memeriahkan Hari Puisi Indonesia 2018, gerakan 1000 guru Asean menulis puisi yang digagas Asrizal Nur bersama Tim Kurator telah resmi diluncurkan di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur (24/09/18) pukul 21.30 WIB. 

Para guru yang hadir tidak hanya menonton dan mengambil buku saja, akan tetapi juga terlibat mengisi acara. Ada yang mengisi acara di Pertunjukan Puisi Kolosal, Paduan Suara Mars Indonesia Raya dan Mars Gerakan Guru Menulis Puisi yang sengaja dicipta oleh Asrizal Nur dan Ravelz Guchi dan arransemen oleh Andhika Monthong menjadikan acara semakin bermartabat, sebagian peserta yang lain terlibat juga tampil di Prosesi Penyerahan Anugerah. Sementara beberapa peserta lainnya dipilih untuk tampil di Parade Puisi Guru dan perwakilan peserta yang masuk nominasi tampil pada malamnya bersama penyair terkemuka Indonesia dan pejabat negara.

Buku antologi puisi yang memuat karya para guru dan dosen dari tiga negara yakni Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam ini sangat digadang-gadang sebab telah memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) dalam kategori Antologi Puisi oleh Guru Terbanyak yang berjudul Tentang Sebuah Buku dan Rahasia Ilmu.

“Buku antologi ini terwujud karena adanya apresiasi yang tinggi dan respons positif dari para guru dan dosen sehingga gerakan ini berdampak terhadap guru dan dosen untuk terus berkarya,” ucap Asrizal Nur.

Buku ini berawal dari Perkumpulan Rumah Seni Asnur membuat terobosan dengan gerakan akbar Guru Asean menulis Puisi. mengajak guru-guru menulis puisi sebagai awal dari usaha menggerakkan puisi di sekolah. Sebelumnya, Rumah Seni Asnur sudah pernah menerbitkan buku Musafir Ilmu yang diikuti oleh 97 peserta dari Indonesia , Malaysia, Singapura dan diluncurkan dengan pembacaan dan workshop puisi pada tanggal 26 Mei 2018 di Theater Studio Rumah Seni Asnur, Depok. 

Kegiatan tersebut tidak saja memotivasi guru berkarya tetapi juga berdampak pada martabat guru di sekolah ketika puisi-puisi mereka yang ada di dalam buku tersebut dibaca oleh Kepala Sekolah, teman-teman guru hingga murid-muridnya. Menjadi karya emas yang tersusun di rak-rak buku sekolah terpampang karya mereka. Makanya setelah kegiatan ini berhasil terlaksana, guru-guru yang terlambat mengirimkan puisinya atau yang telat mendengar kegiatan antologi puisi guru ini termotivasi untuk ikut serta kegiatan gerakan 1000 Guru ASEAN Menulis Puisi tersebut.

Begitulah penyelenggara memartabatkan guru dan memuliakan puisi. Tidak hanya melahirkan buku antologi puisi 1000 halaman, tapi juga menciptakan rekor MURI dan memberi hadiah kepada 5 peserta dengan puisi terbaik.

Translate