Senin, 01 Oktober 2018

Tentang Buku dan Rahasia Ilmu
Antologi Puisi Guru
Gerakan 1000 Guru Asean Menulis Puisi
Rekor MURI kategori "Diikuti oleh Guru Terbanyak"

Pengantar  : Maman S. Mahayana

Penggagas : Asrizal Nur
Kurator  Rini Intama, Eddy Pramduane, Lily Siti Maltatuliana, Srikandi Indung Sarerea, Firdaus HN.

Sampul: Raden Prakiyul Wahono Noto Susanto

Desain: by. madeindonesi@rt

Penerbit

Perkumpulan Rumah Seni Asnur
Jl. Kavling UI Timur VI Blok D No. 4 Tanah Baru, Kota Depok 16426 Indonesia
(+62) 812 8222 0029
www.rumahseniasnur.org

ISBN : 978-602-51886-5-7

Cetakan Pertama, September 2018
Spesifikasi: 986 halaman, B5, softcover, embos spot uv, dope.
Harga: Rp150.000,000
Order: (+62) 812 8222 0029 (WA)

___________________________


Pengantar Penerbit
ANTOLOGI PUISI GURU
Tentang Sebuah Buku dan Rahasia Ilmu

Upaya untuk terus menggerakan semangat menulis puisi di kalangan guru menjadi program prioritas kami dari Perkumpulan Rumah Seni Asnur. Sebab apabila para guru memiliki perhatian dan kemampuan pada  puisi: tidak saja turut menggairahkan kesusasteraan Nusantara , menambah khazanah perpuisian  terlebih dari itu dapat menciptakan iklim bersastra di sekolah-sekolah sehingga dapat meningkatkan aprsesiasi murid pada puisi dengan demikian akan semakin banyak program sastra masuk sekolah sehingga memberi ruang kepada para penyair untuk mmemperkenalkan diri dan karyanya. 


Begitupun, aktifitas menulis puisi di kalangan guru juga turut mengembangkan literasi di sekolah-sekolah dalam rangka memperkuat karakter bangsa dan sejalan dengan program pemerintah untuk mencerdaskan bangsa.


Upaya menggerakan semangat menulis puisi di kalangan guru ini telah kami lakukan pertamakalinya dengan menerbitkan Buku Antologi Puisi Guru berjudul : Musafir Ilmu, yang diikuti oleh 97 guru dan dosen Asia Tenggara.


Antusias guru untuk ikut dalam penerbitan Buku Antologi Puisi Musafir Ilmu luar biasa, sehinga banyak para guru yang belum sempat atau terlambat mengirimkan puisinya karena terlambat mendapat informasi tentang penerbitan buku antologi buku puisi guru tersebut. Untuk memfasilitasi guru-guru yang antusias tersebut rancana semula kami ingin menerbitkan buku Antologi Puisi Guru edisi ke-2 memfasilitasi guru sejumlah 50100 guru saja. Akan tetapi melalui diskusi kami dengan beberapa guru, lalu berkembang tidak hanya terbuka 100 guru akan tetapi dibuka luas bahkan  untuk 1000 guru. Berkat Rahmat Allah yang Maha Kuasa dan dukungan kawan-kawan Kurator antara lain : Ibu Rini Intama, Bapak Eddy Pramduane, Ibu Lily Siti Multatuliana, Srikandi Indung Sarerea dan Bapak Firdaus HN kurator dari Brunei Darussalam serta dukungan para guru se Asean, berjumlah lebih dari 800 penulis, maka terbitlah Buku Antologi Puisi Guru berjudul : Tentang Sebuah Buku Dan Rahasia Ilmu diambil dari judul puisi karya Bapak Badaruddin Amir, salah seorang penulis di buku ini.


Ucapan terimakasih kami sampaikan untuk pihak yang telah mendukung terbitnya buku Antologi Puisi Guru Tentang Sebuah Buku dan Rahasia Ilmu, antara lain : para kurator, para guru penulis di buku ini, team penyusun, panitia Gerakan 1000 Guru Menulis Puisi dan berbagai pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, semoga menjadi amal ibadah untuk kita semua dan semoga bermanfaat dan dapat memberikan pencerahaan untuk kita semua.


Depok, 5 September 2018

Perkumpulan Rumah Seni Asnur
__________


Endorsement

"Guru adalah jembatan dan juru penerang pertama dalam apresiasi sastra bagi para siswanya. Paraguru mencicipi karya sastra dan mencicipi (baca : menghayati) sejarah kesusasteraan dan memperkenalkan cicipan/selera (apresiasi) mereka kepada para siswa, sebagai bandingan atau masukan bagi selera/apresiasi  awal yg telah ada atau yg mungkin ada dari para siswa. Dengan demikian minat dan apresiasi sastra siswa diharapkan bisa diperkaya atau terbangkitkan. Kelak, para siswa dalam perjalanan waktu serta persentuhan dengan karya sastra dan perkembangan kedewasaan diri,  mereka selayaknya bisa diperkirakan mampu meraih apresiasi sastra yg kaya, mendalam, mandiri dan dapat dipertanggungjawabkan. Dan pada akhirnya kita bolehlah berharap menemukan suatu kalangan  masyarakat luas yg memiliki apresiasi sehat dan mendalam mengenai sastra. Begitu melimpahnya para guru sebagai peserta dalam penerbitan antologi puisi dan sekaligus sayembara ini tentu dapat diharapkan kelak akan meningkat pula kualitas kreativitas dan apresiasi sastra mereka dan pada gilirannya akan meningkatkan pula minat dan apresiasi para siswa."

Sutardji Calzoum Bachri 

Presiden Penyair

“Mengerahkan 800 orang guru untuk menulis puisi bukan pekerjaan mudah. Namun mendorong para guru tersebut untuk mencintai puisi, menulis puisi, membaca puisi, dan mengajarkan puisi di sekolah mereka, juga pekerjaan yang  tak kalah beratnya. Inilah kerja Rumah Seni Asnur yang coba membangun komunitas para pencinta puisi, para penyair di lingkungan sekolah, di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia. Ini juga bagian dari perjuangan Yayasan Hari Puisi untuk memasyarakatkan puisi, merayakan HPI 2018, dan membangun tanah air para penyair. Kerja sudah dimulai, dan tak ada yang sia-sia. Kaki sudah melangkah, cepat atau lambat akan sampai. Shabas!”


Rida K Liamsi

Budayawan, Ketua Dewan Pembina Yayasan Hari Puisi

“Chairil dan Angkatan 45 berhasil merebut bahasa dan puisi dari guru-guru sekolah, kata Asrul Sani, tentang kerja sahabatnya itu. Perebutan itu tak perlu ada, jika di tangan siapapun puisi bisa hidup dan berkembang, tak berhenti sebagai rumus yang kaku.  Guru yang menulis puisi adalah penyair juga. Ia bebas. Ia tidak sedang mengajar dengan puisinya. Beberapa puisi di buku ini menunjukkan hal itu.”


Hasan Aspahani

Penyair, Peraih Anugerah HPI 2016

“Guru dan puisi itu senyawa. Keduanya sama-sama bukan pemberi kebenaran, melainkan penunjuk jalan menuju kebenaran. Lantas apa yang terjadi ketika guru menulis puisi? Maka, kita akan mengerti apa yang diyakini Albert Einstein bahwa seni tertinggi seorang guru adalah membangun kegembiraan dalam ekspresi kreatif dan pengetahuan. Luar biasa Rumah Seni Asnur dan mereka yang membantu mewujudkan hal itu. Selamat kepada para guru yang puisinya dimuat dalam buku besar ini sebagai saham sejarah kesusastraan Indonesia.”


Sofyan RH. Zaid

Penyair, dan lain-lain

"Menulis puisi identik dengan menggambar jiwa dan perasaan  seorang guru, membaca puisi berarti belajar memahami dan memaknai filosofi puisi itu sendiri, jadi ontologi puisi 1000 guru merupakan kegiatan sastra dan intelektual yang syarat dengan pesan yang digali dari lubuk hati yang paling dalam, yang oleh karena  itu pasti sangat manusiawi, jujur, tulus dan ikhlas... selamat semoga kegiatan seperti ini menjadi rutinitas bukan sekali setahun tetapi kalau bisa setiap bulan, sehingga karya sastra Indonesia semakin banyak,  perlu diketahui bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan karya sastra yang kurang jika dibanding jumalah penduduk yang mencapai 264 juta jiwa."


Muh. Syarif Bando

Kepala  Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

“Puisi tidak hanya sekedar rangkaian kata, tetapi sebuah karya yang memiliki makna yang sangat mendalam. Menulis puisi memerlukan pemahaman yg mendalam terhadap tema yg diangkat, dan semua itu bisa didapatkan dengan cara membaca. Ketiika guru menulis puisi, ini harapan besar berkembangnya aspresiasi sastra di sekolah sebagai pintu gerbang sastra Indonesia, selamat untuk Rumah Seni Asnur yang telah berhasil memberi motivasi guru menulis puisi, tidak saja di Indonesia tetapi juga Asean”


Diki Lukman Hakim

Kepala Satuan Pelaksana Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin

___________

Baca juga:
Pengantar Buku oleh Maman S. Mahayana
Daftar Nama Guru dalam Buku Ini

Translate